citrakurniawan.com

Antara Manfaat Besar dan Distraksi yang Diam-Diam Menguras Fokus (MD Bagian 1)

November 29, 2025 | by Citra Kurniawan

image
Hari ini, smartphone telah menjadi salah satu alat belajar paling populer. Kita membaca e-book, mengikuti kelas online, bahkan mengerjakan tugas langsung dari perangkat di genggaman tangan. Tetapi ada satu kenyataan yang sering kita abaikan: smartphone tidak pernah benar-benar diam. Ia selalu “memanggil” kita, bahkan saat kita sedang berusaha fokus. Dalam konteks pembelajaran, inilah yang menjelma sebagai mobile learning distraction, gangguan yang pelan-pelan mengikis kualitas belajar.

Coba bayangkan momen ketika kita membaca materi di aplikasi belajar, lalu tiba-tiba muncul notifikasi dari WhatsApp Group keluarga. Belum selesai membacanya, muncul lagi notif dari Instagram, lalu dari marketplace yang mengirimkan promo tidak penting. Notifikasi-notifikasi kecil ini tampak sepele, tetapi sebenarnya memiliki efek domino: setiap nada, getaran, atau pop-up kecil mampu memecah perhatian dan menjauhkan kita dari alur berpikir mendalam.

Secara psikologis, notifikasi bekerja seperti pemicu dopamine. Ia memancing rasa penasaran natural kita—"siapa yang kirim pesan?", "apa yang terjadi di grup?", atau "promo apa kali ini?". Akibatnya, meski sedang belajar, sebagian otak kita tetap waspada terhadap kemungkinan adanya notifikasi baru. Ini menciptakan kondisi yang disebut attention residue: perhatian kita tidak benar-benar kembali 100% ke materi setelah teralihkan. Dampaknya? Pemahaman menjadi dangkal, waktu belajar menjadi lebih lama, dan kualitas fokus menurun drastis.

Distraksi ini semakin kompleks ketika kita belajar sambil bergerak. Ketika tubuh berjalan atau berpindah tempat, perhatian terbagi antara lingkungan dan layar. Jika pada saat yang sama muncul notifikasi, beban kognitif meningkat berkali-kali lipat. Belajar yang seharusnya produktif berubah menjadi aktivitas sambil lalu—kita membaca, tetapi isi bacaan tidak benar-benar masuk. Inilah bentuk lain dari mobile learning distraction: gabungan antara gangguan internal dari notifikasi digital dan keterbatasan sensorimotor manusia saat multitasking.

Yang menarik adalah, banyak orang mengira bahwa mereka bisa “mengabaikan” notifikasi. Padahal, penelitian kognitif menunjukkan bahwa walau kita tidak membuka notifikasi, sekadar munculnya pop-up sudah cukup untuk mencuri sebagian kapasitas memori kerja. Artinya, kita merasa tetap belajar, tetapi otak bekerja dengan ruang yang lebih kecil daripada yang kita bayangkan. Ini seperti berusaha membaca di perpustakaan, tetapi dengan seseorang yang setiap lima menit berbisik di telinga kita.

Namun demikian, kita tidak bisa menutup mata terhadap potensi besar smartphone dalam pembelajaran. Ketika perangkat ini digunakan dengan strategi yang tepat—misalnya dengan menonaktifkan notifikasi, menggunakan mode fokus, atau membuat aturan belajar bebas distraksi—hasil belajar bisa meningkat signifikan. Masalah utamanya bukan pada teknologinya, tetapi pada desain lingkungan belajarnya. Smartphone dapat menjadi jembatan, tetapi bisa juga menjadi jebakan, tergantung bagaimana kita mengelola stimulus digital yang mengiringinya.

Di era mobile learning, pendidikan harus melangkah lebih jauh dari sekadar digitalisasi materi. Kita perlu masuk ke wilayah yang lebih esensial: pengelolaan atensi. Guru, dosen, dan desainer pembelajaran perlu memahami bahwa keberhasilan mobile learning tidak hanya ditentukan oleh konten, tetapi juga oleh bagaimana pengalaman belajar dirancang untuk meminimalkan gangguan. Belajar di smartphone berarti belajar dalam ekosistem yang penuh godaan, dan setiap notifikasi adalah potensi “pencuri fokus”.

Akhirnya, jika kita ingin pembelajaran mobile benar-benar efektif, kita harus mengakui satu hal sederhana:
fokus adalah sumber daya paling berharga dalam belajar, dan smartphone adalah perangkat yang paling mudah mengurasnya. Dengan mengendalikan notifikasi, bukan tidak mungkin kita menjadikan smartphone bukan sebagai sumber gangguan, tetapi sebagai sahabat belajar yang sesungguhnya.

RELATED POSTS

View all

view all