citrakurniawan.com

Awal yang Baru: Meninggalkan Smartphone, Menemukan Kembali Fokus yang Hilang

November 29, 2025 | by Citra Kurniawan

image

Dalam era ketika gawai pintar seakan menjadi perpanjangan tangan manusia, keputusan untuk kembali ke telepon sederhana bukanlah langkah mundur—melainkan sebuah keberanian untuk mengambil kembali kendali atas hidup. Itulah awal baru yang saya pilih: meninggalkan 1 koneksi online dari 2 di smartphone Android dan kembali menggunakan ponsel “jadul” Nokia 1280. Meskipun masih ada tinggal 1 perangkat Android yang terhubung.

Langkah ini bukan sekadar perubahan perangkat, tetapi sebuah pernyataan diri. Saya ingin menemukan ruang hening yang dulu terasa mudah hadir sebelum notifikasi hadir setiap menit, sebelum jari seolah otomatis membuka aplikasi tanpa arah, dan sebelum internet menjadi gerbang bagi gangguan yang tak pernah habis. Dengan Nokia 1280, hidup terasa berbeda—lebih sunyi, tetapi justru lebih jernih. Tidak ada umpan media sosial yang tak berujung, tidak ada pesan instan yang menuntut balasan segera, tidak ada distraksi yang memotong alur berpikir. Yang tersisa hanya panggilan dan pesan teks seperlunya. Selebihnya, saya kembali menjadi manusia yang merdeka dari keterikatan digital yang kadang tidak disadari.

Keputusan ini lahir dari kebutuhan untuk fokus pada hal-hal penting: pekerjaan, percakapan bermakna, perjalanan batin, dan kualitas waktu yang benar-benar hidup. Tanpa gangguan layar, saya menemukan bahwa ritme harian menjadi lebih teratur, pikiran lebih bening, dan perhatian tidak mudah terpental. Awal baru ini bukan untuk menolak teknologi, tetapi untuk menata kembali hubungan dengannya. Dengan mengambil jarak, saya belajar bahwa ketenangan dan kejelasan seringkali berada di tempat-tempat yang tidak tersentuh notifikasi. Dan Nokia 1280 menjadi pintu kecil menuju kebebasan itu. Di tengah dunia yang serba cepat, saya memilih berjalan pelan. Di tengah hiruk-pikuk digital, saya memilih hening. Inilah kisah awal yang baru—kisah menemukan kembali fokus, merawat kembali diri, dan belajar bahwa kadang, yang paling penting justru hadir ketika koneksi internet terputus.

RELATED POSTS

View all

view all