citrakurniawan.com

[SEMINAS NASIONAL] Peran AI dalam pembelajaran Sejarah – FKIP UNS

June 18, 2026 | by Citra Kurniawan

semnas AI 1

SURAKARTA – Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) tidak hanya mengubah lanskap teknologi, tetapi juga mentransformasi sektor pendidikan menjadi industri belajar modern berbasis digital. Namun di balik segala kemudahannya, ketergantungan pada AI menyimpan risiko penurunan daya nalar kritis bagi para pembelajar.

Isu krusial inilah yang diangkat oleh Dr. Citra Kurniawan, S.T., M.M., Dosen Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Pendidikan Sejarah yang digelar oleh FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Juni 2026.

Dalam seminar , Dr. Citra Kurniawan membawakan materi bertema “Lost in Algorithm: Urgensi Heuristik Sejarah di Abad 21” tersebut, Dr. Citra memaparkan paradoks yang dihadapi generasi masa kini. Di satu sisi, kehadiran platform EdTech, kurasi berbasis algoritma, hingga Large Language Models (LLM) mempermudah akses informasi secara masif. Di sisi lain, kebiasaan berselancar di media sosial dan ketergantungan pada prompt AI rentan menjebak pembelajar dalam ruang gema (echo chamber) yang menyajikan informasi seragam sesuai preferensi pribadi saja.

Lebih lanjut, ia memperingatkan dampak negatif lain berupa kelelahan kognitif (cognitive fatigue). Konsumsi informasi instan berdurasi pendek dapat mengikis kemampuan fokus dalam memahami narasi yang mendalam. Fenomena lain yang tidak kalah berbahaya adalah “halusinasi AI”—di mana sistem kecerdasan buatan memfabrikasi referensi palsu secara meyakinkan—serta maraknya teknologi deepfake yang mengaburkan realitas.

Sebagai solusi, seminar yang diikuti oleh sekitar 80 akademisi, guru, dan mahasiswa ini menyimpulkan bahwa teknologi tidak untuk dijauhi, melainkan dihadapi dengan metode ilmiah yang kuat. Dr. Citra menawarkan pendekatan ilmu sejarah, yaitu metode heuristik dan kritik sumber, sebagai benteng pertahanan digital.

Ada dua kerangka berpikir utama yang perlu ditanamkan kepada pembelajar abad ke-21:

Kritik Ekstern: Memverifikasi keaslian, asal-usul, dan otentisitas medium informasi digital sebelum digunakan.

Kritik Intern: Menguji kredibilitas konten, mendeteksi bias algoritma, serta membandingkan data AI dengan sumber-sumber primer yang valid.

Melalui integrasi nalar kritis ini, teknologi AI diharapkan tetap berfungsi optimal sebagai alat bantu personalisasi belajar tanpa mengorbankan ketajaman intelektual manusia. Selain Dr. Citra, seminar yang dipandu oleh Yasmin N. Chaerunissa, M.Pd., M.Hum. ini juga menghadirkan Prof. Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd. (UPI) dan Reni Dikawati, M.Pd. (Bappenas) sebagai pembicara.

RELATED POSTS

View all

view all